<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426</id><updated>2012-02-16T05:26:38.122-08:00</updated><category term='samping cerita'/><category term='dalamfiksi'/><category term='sampingcerita'/><title type='text'>tulissaja</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-5978423966498972228</id><published>2009-12-27T04:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T04:15:30.983-08:00</updated><title type='text'>Desaku Tempo Dulu: Manipol Usdek</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_fHbhlky4wCk/Sb84jSmFFMI/AAAAAAAACXU/nAageuOxY4k/s1600/Manipol+Usdek+buk+kol+djoko+aw.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_fHbhlky4wCk/Sb84jSmFFMI/AAAAAAAACXU/nAageuOxY4k/s320/Manipol+Usdek+buk+kol+djoko+aw.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh: Agus "Jabo" Priyono*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Berdikari Online- Waktu kecil aku sesekali diajak jalan oleh Bapak melihat desa-desa yang tidak begitu jauh dari desa tempat aku dilahirkan, jalannya menanjak tajam, beraspalkan tanah bercampur bebatuan, jika musim kemarau berumput kering berdebu, dan manakala musim hujan tiba, jalan becek, berair licin sekali. Desa-desa yang sering aku kunjungi berada di bibir perbukitan. Di sebelah kiri atau kanan jalan ditumbuhi pepohonan yang rindang, menjadi pagar jalan dengan sawah atau ladang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhawa sejuk, jika malam atau pagi datang kabut putih seperti payung raksasa membentang. Sunyi, hanya ada suara angin menerpa dedaunan ataupun kicauan merdu burung bersautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali di tanah ketinggian di sekitar desaku itu, aku bersama kawan-kawan kecilku bermain layang-layang atau duduk di rerumputan melihat mobil-mobil berlalu lalang, tampak kecil sekali dari kejauhan. Seperti semut yang berjalan di pinggir pematang. Kota, hanya aku dengar dari cerita. Kakiku belum pernah melangkah ke sana. Impian saja sudah cukup bagiku sebagai anak desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah yang ada di desaku berlantai tanah, berpagar kayu atau anyaman bambu. Yang terlihat mereka hidup rukun, bertani sebagai mata pencaharian utama satu-satunya. Walau tidak terlalu luas para petani mengolah sawah, kebun atau ladang di sekitar desa, baik yang mereka punya, atau menggarap tanah tetangga. Menanam padi, singkong, jagung atau palawija. Hasil panen digunakan untuk dinikmati sendiri, kalau ada lebih biasanya dijual untuk membeli atau memenuhi kebutuhan lainnya. Walau mengandalkan air hujan untuk pengairan sawah, bermacam-macam tumbuh-tumbuhan hidup di desa. Pohon, buah dan sayur mayur juga tumbuh subur. Ada durian dan pisang. Ada cabe, terong dan kacang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang menjadi tukang kayu atau tukang batu, hanyalah sebagai kerja tambahan setelah mereka bercocok tanam atau menunggu panen padi datang. Terkadang ada yang berternak ayam atau kambing, itupun hanya tiga atau empat ekor, dibiarkan berkeliaran di pinggiran desa mencari makan. Beberapa keluarga menambah penghasilan dengan membuat arang untuk dijual di perkotaan, ada yang membuat gula merah dari nira pohon kelapa, ada juga yang membuat makanan gethuk hitam atau geblek singkong, tiap pagi mereka jual ke pasar. Yang aku ingat Ibuku juga pernah membuat minyak kelapa, kecap dan tempe dari kedelai untuk makanan kami semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bekerja, laki perempuan sama saja, sabit dan cangkul dipundaknya, dengan tanah mereka mengikatkan hidup serta hari depannya. Berpangku tangan berarti tidak makan dan akan jadi omongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa, tidak jauh dari sungai atau mata air mengelilinginya. Dengan hutan di hulu yang masih cukup lebat menjadikan air sungai jernih serta banyak ikan. Ini juga sumber kehidupan lain yang disediakan karena kemurahan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku heran di genteng-genteng rumah penduduk itu ada tulisan MANIPOL menggunakan labur putih. Rumah yang lain ada tulisan USDEK. Atau di satu rumah ada dua tulisan MANIPOL USDEK. Walau menimbulkan pertanyaan dalam hatiku, aku tidak pernah menanyakan ke Bapak atau Ibu atau siapapun makna dan maksud tulisan itu. Aku terus digoda untuk bisa memahami arti dan tujuan warga desa membuat tulisan di genteng rumah mereka. Walau akhirnya aku simpan dalam-dalam, terukir menghiasi pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegemaran aku kecil waktu itu adalah melihat-lihat koran, Bapak aku sering membawa pulang Koran AB (Angkatan Bersenjata) atau Suara Karya dari kantor Kecamatan, sering juga ada koran Suara Merdeka. Bapak aku memang suka sekali membaca. Sebagai perangkat desa, dia mendapatkan jatah koran dan majalah secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan yang aku suka tentu cerita, serial mingguan laba-laba selalu aku tunggu di Suara Merdeka Minggu, juga petualangan Tarzan. Di rumah Bapak juga sering membawa majalah, Krida, menjadi majalah bacaan keluarga. Aku suka kartun-kartunnya dan cerita pendek yang dimuat di dalamnya. Aku baca terus aku baca, sampai aku paham apa maksudnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang aku ingat, aku pernah membaca sebuah cerpen bercerita tentang perjuangan seorang Guru, tenaga pendidik sebuah sekolah dasar di pelosok desa, kampung lereng gunung. Persis di bawah judul cerita, ada gambar seorang lelaki setengah baya sedang duduk sendirian di bebatuan, memandang kosong ke depan, wajahnya lebar bergaris keras, mengisap sebatang rokok dengan asap tebal membumbung, di belakangnya kelihatan pohon pinus serta pohon lainnya. Mencerminkan seorang lelaki terpelajar yang jauh dari keluarganya, tinggal di pedalaman negeri, menjalankan tugas sebagai seorang guru. Sendiri, terasing, berteman sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita pendek  lain yang sering aku baca tentang Peristiwa Madiun 1948 dan MMC, Merapi Merbabu Compleks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain majalah Krida, Bapakku sering juga membawa majalah Trubus yang berisi tentang pertanian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika petang tiba, selain membaca, aku kecanduan mendengarkan sandiwara radio. Cerita tentang Mahesa Jenar, Nogososro-Sabuk Inten yang dimainkan oleh Sanggar Prativi selalu aku nanti. Masih teringat kuat cerita itu, tempat-tempat yang tidak begitu jauh dari desaku menjadi pusat peristiwa dalam sandiwara, gunung Telomoyo, Rawa Pening, gunung Tidar. Selain kepahlawanan, bertutur tentang mata rantai sejarah Babad Tanah Jawa. Sering kali pemeran utamanya mempengaruhi pikiran serta perasaanku, kadang aku kagum, jika besar nanti ingin menjadi seperti tokoh itu, dan aku benci sekali tokoh-tokoh yang berprilaku angkara. Ada Pasingsingan, pendekar bertopeng yang sangat sakti dan misterius, tempat tinggalnya di daerah Gunung Telomoyo, ada Lowo Ijo pendekar jahat yang sangat aku benci, ada pendekar Banyubiru, Gajah Suro, Lembu Suro dan ada juga Simoludro dari Gunung Tidar, aku mengidolakan sosok Mahesa Jenar dan Roro Wilis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika malam tekadang aku lanjutkan mendengarkan sandiwara , tetapi ceritanya sedih dan sering menakutkan aku. Kakak aku juga suka membaca serta mendengar juga sandiwara, tapi yang dibaca lebih banyak komik. Cerita tentang Tigor pendekar asmara atau komik wayang Sosrobahu, cerita tentang Sumantri dan Sukrosono. Sandiwara yang dia suka ‘Butir-butir Pasir di Laut' disiarkan siang hari setelah warta berita jam setengah dua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mengapa dan aku selalu bertanya, dari koran, radio, di sekolah maupun majalah, aku tidak pernah mendengar cerita tentang tulisan yang ada di genteng-genteng rumah itu. Manipol Usdek. Aku terus berpikir apa maksud tulisan itu. Kenapa di genteng-genteng rumah petani itu tidak ditulis Mahesa Jenar atau Roro Wilis, tokoh cerita kegemaran aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu, berputar mengitari buana membelah cakrawala. Aku beranjak dewasa, untuk melangkah maju aku meninggalkan desa, melanjutkan sekolah di kota. Menjadi mahasiswa, terjun mengolah pikiran serta sikap kebangsaan, dunia pergerakan menjadi pilihan. Bacaan sejarah masyarakat, filsafat dan politik menjadi santapan sehari-hari. Sejenak melupakan kehidupan desaku, masuk ke dalam hiruk pikuk jaman yang menyesakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun kemudian terjawab apa yang aku pikirkan selama ini. Manipol USDEK. Garis politik bangsa Indonesia, dasar dan arah revolusi membangun bangsa serta manusia Indonesia yang menolak mentah-mentah penjajahan satu bangsa terhadap bangsa lain, penjajahan manusia terhadap manusia lainnya. Manipol USDEK, gotong royong membangun bangsa menuju kejayaan Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun penemuan itu menyisakan sesuatu. Bagaimana jalan ceritanya mereka orang-orang desa itu memiliki kesadaran politik yang demikian tinggi. Mestinya mereka diburu karena dianggap bagian dari Gestapu. Dan aku tidak pernah mendengar cerita yang terang tentang sejarah politik di desaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun, aku sangat hormat dan bangga, kepada orang-orang desa. Alangkah hebatnya kesadaran mereka, semangat mereka berbangsa, sampai ke pelosok desa. Satu sikap yang kini menjadi mahal dan barang langka.Walau yang aku lihat hanyalah tulisan di atap-atap rumah, memiliki makna yang teramat dalam. Ditulis di tempat yang tinggi, dijunjung tinggi, menjadi panji-panji. Desaku oh desaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pagi tadi aku coba buka kembali dokumen Manipol Usdek, Gesuri, Jarek, Resopim dan Takem.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu semangat melawan imperialisme, yang sedang bermetamorfosa wujudnya, menggilas bangsa manapun yang mau bangkit. Manipol Usdek, Manifesto Politik yang berlandaskan UUD 1945, Sosialisme Demokrasi, Ekonomi Nasional dan Kepribadian Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah dari semua itu, buah karya Bung karno, Proklamator pendiri bangsa,yang salah adalah imperialis dan antek imperialis yang bersembunyi di tanah air ini, berlindung di bawah atap demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajar jika musuh-musuh politiknya gentar dan berhitung untuk menghadang semangat Sukarno dengan semangat kebangsaannya, yang didukung oleh rakyat klas tiga dunia, bangsa Asia Afrika, juga para petani pedalaman di desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarek, sudah mandeg, seperti bis kehabisan bensin di tengah jalan. Kemudian ditarik mobil derek ke tepian. Para penumpang diam kebingungan. Sopir baru datang, dia bilang kita salah jalan. Maka dibuat jalan baru yang cepat, sampai ke tujuan. Meninggalkan para penumpang yang kebingungan. Tanpa ada satu pun yang mampu menghentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takem ditelan bumi, para petani bertahan hidup dalam mimpi, buruh-buruh antri hilang harapan, pengangguran seperti buih di lautan. Tanah kelahiran tidak sanggup lagi menyangga kehidupan. Sebagian dari mereka harus ke kota menjual tenaga. Seperti ternak menyeret gerobak tuannya. Seringkali nasibnya seperti serangga kecil terperangkap dalam sarang laba-laba. Di himpit gedung tinggi, mereka memburu rejeki. Untuk menyediakan sesuap nasi buat anak isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin musim kemarau, gemerisik, kering menghempas pepohonan, meranggas. Terik mentari menukik menghatam kepala para petani yang mengais-ngais sawah ladang yang tersisa. Sungaipun kering, penuh batu, sudah habis pepohonan di hulu. Modal telah menjadi setan serta hantu gentayangan, siap melumat serta menelan siapa saja, kuburkan sila peri kemanusiaan, di bawah nisan teramat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi, kebebasan, kini seperti kehidupan di tengah belantara, saling memburu untuk memenuhi kebutuhan serta mengembangkan kekuasaan. Yang lemah berlari ke sana ke mari dikejar-kejar untuk menjadi mangsa bagi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manipol Usdek tidak lagi tertulis di genteng-genteng itu, seolah terhapus terkikis rintik hujan, jaman merubah menjadi pelayan kehendak para Tuan. Terasing bangsaku dari tanah airku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini diam, seolah semua diam, sepi seperti malam hari di dalam hutan. Anak bangsa dipenjarakan, diperkosa di ranjang di atas tanah tempat mereka dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan akibat penindasan akan tercatat dalam sanubari dan setiap tarikan nafas, membangkitkan perlawanan. Percikan api akan menyala, membakar ilalang kering di tengah ladang. Menghanguskan keterasingan aturan yang menjerat kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin sejuk akan kembali tiba wahai orang-orang desa. Selimut mendung tebal yang menggumpal di atas negeri kita, akan menjadi hujan, menyirami bumi, tanah akan menjadi basah, menumbuhkan tanaman serta pepohonan. Menyerah menghadapi keadaan bukanlah budaya kita, bukan seperti sandiwara radio yang dulu pernah kita dengar bersama, bukan tulisan yang pernah kita ukir di genteng rumah bambu kita. Menyerah berarti mengkhianati semangat para pendiri bangsa kita, tanah air kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantang kita mengubur harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita keluar rumah melihat kembali dunia, menghidupkan kembali jiwa kita. Dan tuliskan kembali di jendela hati, gapura jalan serta genteng rumah kita. Seperti dulu kala, di desa-desa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang MANIPOL USDEK , kami menunggumu, merindukanmu, wahai generasi baru bangsaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, akhir tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Ketua Umum Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas), dan Sekjend Komite Pimpinan Pusat- Partai Rakyat Demokratik (PRD). Kumpulan puisinya sudah diterbitkan oleh Jaker dengan judul "Negeriku".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;_____________________________________________________________________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ketika seorang sosok pemimpin masuk dan menjadi panutan warganya, entah itu benar atau tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;setidaknya dia memberikan perjuangan dan pengabdiannya hanya untuk rakyat,,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;                                     &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-5978423966498972228?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/5978423966498972228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/12/desaku-tempo-dulu-manipol-usdek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/5978423966498972228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/5978423966498972228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/12/desaku-tempo-dulu-manipol-usdek.html' title='Desaku Tempo Dulu: Manipol Usdek'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fHbhlky4wCk/Sb84jSmFFMI/AAAAAAAACXU/nAageuOxY4k/s72-c/Manipol+Usdek+buk+kol+djoko+aw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-6318793958554546856</id><published>2009-10-11T12:00:00.000-07:00</published><updated>2009-12-27T04:16:21.345-08:00</updated><title type='text'>kembali bercermin</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;jumat kemarin, selepas siang yang terik menanggalkan panas dan mengurungkan mendung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;bercermin, sebuah kegiatan yang akhir-akhir ini aku lakukan. entah kenapa aku merasa banyak sekali yang hilang dari hidupku dan bercermin, sedikit demi sedikit membantuku menemukan potongan- potongan yang hilang itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;aku berjalan menyusuri koridor yang tidak begitu panjang dan kutemui kawan yang mungkin kalau dihitung-hitung masih baru, dia menyapaku dengan raut yang kurang begitu gembira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;datar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kami berjalan keluar gerbang menuju kantin yang lebih mirip los-los pasar atau mungkin benar los pasar? aku pun tak begitu ambil pusing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;setelah makan dia mengajakku berjalan-jalan, menghabiskan waktu sembari menemaninya ke toko untuk sekedar registrasi sebuah acara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sebuah jalan-jalan unik karena sekian lama aku sudah melupakan angkot kota ini, terlalu asik dengan skuterku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;selesai registrasi kami menyusuri sebuah koridor (lagi tapi akali ini aku tidak sendiri) supermarket sedang dan aku punya niatan untuk sekedar beristirahat di salah satu sudut rest area dengan beberapa sofa dan sedikit hembusan air conditioner,,sejenak melepas penat, pikirku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan kami mulai asik menyusun cerita-cerita dua- tiga tahun lalu. masa-masa pertama kuliah dan segala macam mozaik-mozaik didalamnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;aku bercermin darinya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;seorang yang begitu lugu, jauh asalnya beberapa pulau dari pulau tempat kita menghirup udara yang sama. dia begitu sumringah bercerita tentang hebatnya dan heroiknya kehidupan khas pantai dan sempat membuatku iri betapa sebuah kultur masyarakat mempengaruhi daya bertahan hidup manusianya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ada beberapa bagian yang cukup mirip dan kita sama-sama tertawa dalam sedih, betapa hidup cukup kejam dan sekaligus indah. dan mulailah kita sampai pada bagian harapan, tujuan dan passion diaduk menjadi satu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dia begitu lihai dalam mencapai cita-citanya sampai saat ini dan itulah yang membuatku bercermin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kurang lebih dalam beberapa bagian cerita kami ada kemiripan yang tak begitu jauh. dua orang pemuda mencoba meraih mimpinya dan berjuang dengan segala keterbasan. namun yang menjadikanku bercermin adalah dia begitu erat menjaga harapan, tujuan sekaligus passion. sedangkan aku,,dua tahun ke belakang tak tahu menghilangkan ketiga barang berharga itu. dan mulai sekarang aku terus bercermin untuk mendapatkannya kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan dalam perjalanan pulang, kutaruh harapan..semoga dia berhasil mengejar ketiganya dan aku masih perlu banyak cermin untuk menemukan barang-barang berharga yang telah kuhilangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;terima kasih teman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-6318793958554546856?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/6318793958554546856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/10/kembali-bercermin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/6318793958554546856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/6318793958554546856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/10/kembali-bercermin.html' title='kembali bercermin'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-3283370601176352200</id><published>2009-06-22T23:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T12:20:10.861-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" id="content"&gt;       &lt;div class="block_artikel"&gt;     &lt;h1 class="judul_artikel"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;salinan dari tempointeraktif...&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="judul_artikel"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk Boediono: Sebuah Titipan dari Sebuah Gedung Bersejarah&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;     &lt;p class="jam_artikel"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Senin, 18 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kita bertemu di sini—di gedung tempat Bung Karno mengucapkan pleidoinya di pengadilan kolonial 79 tahun yang lalu—karena kita merasa sesuatu yang ganjil terjadi. Sesuatu yang tak lazim dan mengandung harap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang ganjil adalah bahwa hari ini kita menemukan seorang yang akan dicalonkan jadi wakil presiden, dan orang itu tak datang dari kancah yang ribut di mana partai-partai politik bersaing mendapatkan uang atau kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Boediono seorang ekonom; ia bekerja dalam pengelolaan perekonomian Indonesia; ia seorang teknokrat. Ia bukan tokoh partai. Ia bukan anggota dinasti pemimpin partai. Ia tak tersohor dalam pasaran media seperti para bintang sinetron, komedian, dan penyanyi. Ia bukan seorang vote-getter.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilihnya sebagai calon wakilnya tentu karena Boediono memenuhi sejumlah syarat. Tapi lebih penting lagi adalah kenyataan bahwa Boediono bukan saja seorang yang telah bekerja untuk perbaikan kehidupan perekonomian bangsa, tapi juga seorang pejabat dan pribadi yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di atas saya sebut, itulah sebuah ”keganjilan”—dan di atas saya sebut juga, ”keganjilan” itu membawa harap. Diakui atau tidak, ada yang merisaukan dalam kegaliban kehidupan politik kita. Kini SBY, dengan memilih Boediono, menunjukkan langkah kepemimpinan yang berani—dan itu indikasi bahwa kita, sebagai bangsa, sanggup memperbaiki keadaan yang merisaukan itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Telah luas diketahui, hari-hari ini orang berpolitik dengan semacam sinisme yang gelap: pada sebuah zaman ketika semua dapat diperjual-belikan, orang cenderung percaya bahwa bahkan partai harus juga dianggap sebagai komoditas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para calon anggota legislatif yang berkampanye ke daerah bisa bercerita, bagaimana ratusan juta rupiah dihabiskan untuk memperoleh suara. Sebaliknya ada juga cerita bagaimana para pemilih mengorganisasi diri jadi kelompok dan menawarkan dukungan agar dibeli.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Walhasil, ikatan yang terjadi bukanlah ikatan agenda dan cita-cita, melainkan ikatan antara penjaja dan pembeli.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di tingkat elite politik, sinisme yang lebih gelap berlaku. Koalisi antarpartai dibentuk atau dibatalkan bukan berdasarkan program ataupun ideologi, bukan karena apa yang akan diperbuat bagi pemilih dan bagi Republik. Koalisi antarpartai hampir sepenuhnya berkisar di sekitar siapa dapat jabatan apa, bahkan siapa yang membayar dan siapa yang dibayar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di tengah berisiknya tawar-menawar yang seperti pasar ternak itu pertanyaan pun timbul: Adakah prinsip tentang kebaikan dan kebenaran dalam politik? Benarkah semuanya untuk kepentingan subyektif, dan tak ada suatu nilai universal yang menggugah hati dan membentuk kesepakatan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;l l l&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;79 tahun yang lalu, di ruangan ini, Bung Karno memulai pleidoinya dengan sebuah statemen yang menarik. Sebuah statemen yang menunjukkan, betapa bisa palsunya klaim pemerintah kolonial bahwa kebenaran dan keadilan yang hendak ditegakkannya—dalam tubuh hukum—adalah kebenaran dan keadilan yang universal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bung Karno menyebut apa yang salah dalam hukum yang dipergunakan hari itu. ”Tuan-tuan Hakim,” katanya, ”kami di sini didakwa bersalah menjalankan hal-hal, yang sangat sekali memberi kesempatan lebar pada pendapat subyektif….”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adapun jaksa menyatakan Bung Karno bersalah berdasarkan pasal tentang ”pemberontakan”. Tapi Bung Karno menunjukkan, pasal itu, seperti pasal yang menyebut diri ”pencegah penyebaran rasa benci” (haatzaai artikelen), mengandung kata-kata yang bisa ditafsirkan seenaknya oleh yang membacanya, terutama para jaksa dan hakim kolonial. Bung Karno mengulang apa yang sering dikatakan tentang pasal-pasal seperti itu—yakni ”aturan karet yang keliwatan kekaretannya”. Artinya, aturan yang dapat direntang dan dikerutkan sesuai dengan kepentingan sepihak, atau apa yang disebut Bung Karno sebagai ”subyektif”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa yang tersirat dari pernyataan Bung Karno ialah bahwa keadilan dan kebenaran, yang seharusnya bersifat universal, telah direduksi jadi pasal-pasal. Dengan kata lain, yang universal, yang tak terhingga, telah dikuasai oleh bahasa, sistem simbolik yang mau mendikte karena berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak mengherankan bila Bung Karno pada akhirnya dinyatakan bersalah. Ia dihukum empat tahun penjara dan dikurung di Sukamiskin. Tapi tak mudah menerima keputusan itu sebagai ekspresi keadilan. Pada saat palu diketukkan, terasa benar apa yang diingatkan Marxisme: keadilan dan kebenaran selamanya adalah keadilan dan kebenaran dari yang berkuasa. Dengan kata lain, dalam rumusan nilai-nilai selalu ada dimensi politik, pertarungan kekuasaan, dan perebutan hegemoni.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memang, Marxisme sebuah suara zaman modern, bagian dari apa yang disebut hermeneutics of suspicion, yang meragukan bahwa ada kebenaran yang mulus dan murni. Tapi kita ingat, bahkan dalam Marxisme orang senantiasa dirundung pertanyaan: benarkah politik hanya pergulatan kepentingan ”subyektif” atau sepihak? Jika demikian, apa makna perjuangan proletariat untuk membebaskan manusia dari ikatan kepentingan kelas-kelas? Bila perjuangan politik tak bisa berangkat dari kebenaran dan keadilan yang berlaku bagi siapa saja, bagaimana ia bisa menggugah banyak orang, mengajak banyak orang, untuk bergerak?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya termasuk orang yang percaya, politik adalah perjuangan yang terdorong untuk melawan kepentingan ”aku”. Politik berbeda dari pasar ternak. Ada yang universal dalam nilai-nilai yang membuat kita memenuhi panggilannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi sejarah perjuangan politik juga menunjukkan, yang universal bukanlah sesuatu yang sudah dirumuskan sepenuhnya. Yang universal adalah yang justru dirasakan sebagai kekurangan yang akut. Keadilan (sebuah nilai universal) jadi sesuatu yang seakan-akan hadir, memanggil-manggil, ketika ketidakadilan merajalela. Kebenaran (sebuah nilai universal) jadi mendesak semua orang ketika dusta menguasai percakapan. Dalam Indonesia Menggugat, Bung Karno mengutarakan ini dengan retorika yang memukau:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;… Diberi hak-hak atau tidak diberi hak-hak; diberi pegangan atau tidak diberi pegangan; diberi penguat atau tidak diberi penguat—tiap-tiap machluk, tiap-tiap ummat, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti achirnja berbangkit, pasti achirnja bangun, pasti achirnja menggerakkan tenaganja, kalau ia sudah terlalu sekali merasakan tjelakanja diri teraniaja oleh suatu daja angkara murka!!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kebangkitan mereka yang teraniaya untuk mencapai keadilan dan kebebasan pada akhirnya hanya berarti ketika keadilan dan kebebasan itu ditujukan buat siapa saja. Sejarah bergerak karena sebanyak-banyaknya orang ikut bergerak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;l l l&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi bisakah sejarah berakhir? Kita berada pada awal abad ke-21, yang mengharuskan kita tabah dan juga berendah hati. Abad yang lalu telah menyaksikan ide-ide besar yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, namun akhirnya gagal membangun sebuah masyarakat yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan ketabahan itu sejarah tak berhenti, bahkan berjalan semakin cepat. Teknologi, pengetahuan tentang manusia dan lingkungannya, kecenderungan budaya dan politik, berubah begitu tangkas, hingga persoalan baru timbul sebelum jawaban buat persoalan lama ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kini makin jelaslah, tak ada doktrin yang mudah dan mutlak untuk memecahkan problem manusia. Tak ada formula yang tunggal dan kekal bagi kini dan nanti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang ada, yang dibutuhkan, justru sebuah sikap yang menampik doktrin yang tunggal dan kekal. Kita harus selalu terbuka untuk langkah alternatif. Kita harus selalu bersedia mencoba cara yang berbeda, dengan sumber kreatif yang beraneka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Boediono tentu sangat akrab dengan keniscayaan itu. Seorang ekonom adalah seorang yang sangat dekat dengan kekurangan dan kelangkaan, dan seorang teknokrat adalah seorang yang harus bersua tiap kali dengan kerumitan. Itu sebabnya Boediono tahu, doktrin seperti ”neoliberalisme” tak akan pernah berhasil, sebagaimana ”ekonomi yang etatis” tak akan pernah sampai di tujuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sikap pragmatik itu, sebagai sebuah keniscayaan, tak berarti sikap yang hanya mengutamakan hasil dan tak mempedulikan nilai-nilai, tak mengacuhkan apa yang baik dan yang benar. Seorang ekonom, terutama di Indonesia, tak mungkin mengabaikan persoalan korupsi, ketakadilan dalam aturan main, goyahnya kemandirian lembaga yudikatif, dan last but not least, tipisnya modal sosial dalam bentuk sikap yang lebih percaya kepada liyan—orang lain yang juga sesama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang ekonom, seperti kita semua, punya daftar panjang tentang hal-hal yang tak bisa diabaikan. Untuk itu diperlukan kesetiaan yang tak habis-habisnya: kesetiaan kepada negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesetiaan kepada negeri ini bukanlah karena patriotisme yang pongah. Kita setia kepada Indonesia justru karena ia terus-menerus memanggil: ia belum selesai. Kita tak bisa melepaskan diri dari ikatan kita kepadanya; kita tak bisa melupakannya; kita terkadang bangga terkadang risau oleh karenanya. Tapi tetap: Indonesia bukan hanya sebuah tempat tinggal. Indonesia adalah sebuah amanat. Begitu banyak sudah orang berkorban untuk cita-cita yang membuat negeri ini lahir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saudara Boediono, kami percaya, Anda tak akan menyia-nyiakan amanat itu. Dari ruang ini, pada hari ini, izinkanlah kami mengucapkan selamat bertugas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bandung, 15 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Goenawan Mohamad&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;...masihkah kita berebut kekuasaan demi masa depan  bangsa yang tak kunjung pasti..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-3283370601176352200?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/3283370601176352200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/06/salinan-dari-tempointeraktif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3283370601176352200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3283370601176352200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/06/salinan-dari-tempointeraktif.html' title=''/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-5583265424416185080</id><published>2009-05-13T12:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T12:56:17.058-07:00</updated><title type='text'>mari bercermin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SgslfcaLkjI/AAAAAAAAAE8/o6_YuuYlBNg/s1600-h/n1503490612_30116679_5969358.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 305px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SgslfcaLkjI/AAAAAAAAAE8/o6_YuuYlBNg/s400/n1503490612_30116679_5969358.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335399405682659890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melihat sesuatu mungkin bisa dari arah mana saja, namun ketika melihat diri sendiri alias bercermin,,mutlak hanya bisa lewat satu arah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan malam ini mudah saja aku bercermin diri lewat seorang kawan lama. kawan jauh di kota sana. beliau menuliskan sebuah pesan sederhana yang jujur. pesan pertama ditujukan kepada orang-orang dikampung halaman yang sudah beberapa waktu ditinggalkan, padahal hanya dipisahkan jarak yang begitu dekat. dan aku takjub ketika beliau begitu jujur mengingat beberapa nama, yang aku yakin pasti tiap-tiap nama tersebut mempunyai arti yang sangat khusus bagi kawanku itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pesan kedua, pesan jujur seorang anaknya kepada sosok bunda yang telah lama meninggalkannya. aku terkesiap, merinding, sekaligus berdoa dalam hati, semoga tenang di alam sana, dan kau, kawan, tetaplah dijalanmu. aku merasakan hal yang sama dalam beberapa hal, dan mungkin pesanmu sedikit mengingatkanku pada seorang aku 3 tahun yang lalu..penuh dengan tujuan, impian, dan kemauan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan aku yang sekarang telah tandus oleh jaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-5583265424416185080?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/5583265424416185080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/05/mari-bercermin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/5583265424416185080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/5583265424416185080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/05/mari-bercermin.html' title='mari bercermin'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SgslfcaLkjI/AAAAAAAAAE8/o6_YuuYlBNg/s72-c/n1503490612_30116679_5969358.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-995103007567196545</id><published>2009-05-07T11:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T12:22:27.937-07:00</updated><title type='text'>malam dan kebersamaan diatas kota</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SgMmS6Er7DI/AAAAAAAAAE0/W5jVnpu7nHc/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 247px; height: 625px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SgMmS6Er7DI/AAAAAAAAAE0/W5jVnpu7nHc/s400/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333148490005212210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;dan kita bersama-sama tertawa dalam kegalauan yang teramat sangat.&lt;br /&gt;dan terimakasih teman..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-995103007567196545?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/995103007567196545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/05/malam-dan-kebersamaan-diatas-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/995103007567196545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/995103007567196545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/05/malam-dan-kebersamaan-diatas-kota.html' title='malam dan kebersamaan diatas kota'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SgMmS6Er7DI/AAAAAAAAAE0/W5jVnpu7nHc/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-3416705561748888496</id><published>2009-01-19T13:07:00.000-08:00</published><updated>2009-03-12T10:38:48.414-07:00</updated><title type='text'>come here</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;18.01.09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah semua kuselesaikan, hari ini aku ingin sedikit melepas penat&lt;br /&gt;kuhempaskan badanku ini, ahh...&lt;br /&gt;kucoba kuhela nafas pelan-pelan, mataku menerawang langit-langit kamar&lt;br /&gt;hmm..aku beranjak dari ranjangku.sebatang rokok mulai terbakar, sebuah lagu pelan-pelan menyeruak dari speaker murahan itu di sepinya sore ini,&lt;br /&gt;sedikit panas diluar sana, mau hujan mungkin. cukup nyaman berada di kamar ini, setelah setengah jam lebih diatas motor pinjaman, berjalan-jalan dari lembang.&lt;br /&gt;kuambil telepon genggamku dari saku jaket di gantungan baju..tak ada pesan, kubaca beberapa pesan terakhir, ah nama-nama itu..dia, mereka, tidak ada pesan darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lapar menyerang, porsi makanan cepat saji sialan itu tak cukup memenuhi perutku ini, mana mahal pula. kugeser kursiku, mencari posisi yang nyaman. ujung-ujungnya aku kembali berada diatas ranjangku. kucoba memejamkan mata...gelap,,,nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;getar dan dering ponselku membangunkan tidurku. kugapai ponselku di ujung ranjang. kubaca sebentar. darimu, ah biasa paling menyapa saja, pikirku. setengah sadar aku bangun. pegal terasa disekujur badanku. kubaca sekali lagi pesanmu. hmm..masih setengah tak percaya. kata-kata itu..apa-apaan ini? setengah terkejut kubaca sekali lagi. ah, ini lagi-ini lagi. sudah berapa kali aku dihadapkan pada situasi semacam ini. ku buka pintu kamarku, kudongakkan kepalaku keluar, berharap kau menunggu diluar sana dan tak ada siapa-siapa kecuali motor berbaris tiga buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;emosi sekali lagi menguasainya. pelan tapi pasti. begitulah sebuah racun bekerja. dan kupikir dia telah parah. aku tak tahu seberapa banyak mereka berdua menenggak racun itu. separah itukah??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kubalas seperti biasa, yang kau bilang baik lah, peduli lah, apapun itu. yang jelas aku paling tidak bisa melihat orang dalam keadaan seperti itu. karena aku pernah mengalami dan tahu, paling tidak harga sebuah nyawa bisa ditukar untuk setenggak racun itu. pahit memang, tapi untuk mereka pahit, asam, manis tidak mempunyai batas yang jelas. pesanku terkirim. kuminum air segelas penuh. sebuah lagu menyentak pelan menemaniku menunggu balasan darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kualihkan perhatianku pada bentuk-bentuk masa laluku. situasi ini selalu ada disetiap tahun umurku belakangan ini. mungkin karma, mungkin anugrah. getar dan dering ponselku mengembalikan perhatianku pada ponselku. kubaca sesaat, jawaban yang sangat-sangat beralasan untukmu. aku tak habis pikir, seorang gadis selincah, sepercaya diri, secantik, sehebat dirimu harus menuruti emosi untuk kesekian kalinya. waktu dan perhatian yang kau tuntut, katamu. aku tak berani bilang aku bisa menyediakan itu semua. toh kalaupun aku bisa, apa hak-ku dan apa yang akan kaulakukan setelah emosimu mereda? dan aku tahu benar, beberapa hari kedepan kau akan dengan mudah saja melupakan hal-hal seperti ini. dan aku? aku hanya seorang yang kau anggap terlalu baik untuk ukuran lelaki. yang mudah saja menuruti inginan-inginan orang yang meminta tolong, tanpa mengetahui dibalik itu semua, mungkin hanya bisa menyungging senyum karena tahu semua baik-baik saja. kau dan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam begitu cepat datang. kuhidupkan layar monitorku. aku masuk ke layanan pesan elektronik berlambang orang tersenyum itu. kuperiksa satu persatu nama-nama dalam daftar kontakku. namamu masih belum muncul. sebuah lagu kembali keluar dari speaker murahan itu. dan tiba-tiba, namamu keluar disudut kiri atas layar monitorku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kusapa dirimu yang berada jauh disana. kutanyakan kembali, apa yang sebenarnya terjadi. dan yah, selalu jawaban yang sama. dan semua mengalir begitu saja. pada akhirnya semua usai sudah. mungkin sedikit naif ketika kuutarakan perasaanku tadi. tetapi mendengar jawabanmu aku sedikit lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remind me not, remind me not,&lt;br /&gt;Of those beloved, those vanish'd hours,&lt;br /&gt;When all my soul was given to thee;&lt;br /&gt;Hours that may never be forgot,&lt;br /&gt;Till Time unnerves our vital powers,&lt;br /&gt;And thou and I shall cease to be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Can I forget---canst thou forget,&lt;br /&gt;When playing with thy golden hair,&lt;br /&gt;How quick thy fluttering heart did move?&lt;br /&gt;Oh! by my soul, I see thee yet,&lt;br /&gt;With eyes so languid, breast so fair,&lt;br /&gt;And lips, though silent, breathing love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When thus reclining on my breast,&lt;br /&gt;Those eyes threw back a glance so sweet,&lt;br /&gt;As half reproach'd yet rais'd desire,&lt;br /&gt;And still we near and nearer prest,&lt;br /&gt;And still our glowing lips would meet,&lt;br /&gt;As if in kisses to expire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And then those pensive eyes would close,&lt;br /&gt;And bid their lids each other seek,&lt;br /&gt;Veiling the azure orbs below;&lt;br /&gt;While their long lashes' darken'd gloss&lt;br /&gt;Seem'd stealing o'er thy brilliant cheek,&lt;br /&gt;Like raven's plumage smooth'd on snow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I dreamt last night our love return'd,&lt;br /&gt;And, sooth to say, that very dream&lt;br /&gt;Was sweeter in its phantasy,&lt;br /&gt;Than if for other hearts I burn'd,&lt;br /&gt;For eyes that ne'er like thine could beam&lt;br /&gt;In Rapture's wild reality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then tell me not, remind me not,&lt;br /&gt;Of hours which, though for ever gone,&lt;br /&gt;Can still a pleasing dream restore,&lt;br /&gt;Till Thou and I shall be forgot,&lt;br /&gt;And senseless, as the mouldering stone&lt;br /&gt;Which tells that we shall be no more.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Remind me not, remind me not : Lord Byron)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.............&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan mungkin memang kita diciptakan untuk dekat dalam dimensi yang berbeda, seperti ketika ku merasakan dekat ketika dipisahkan jarak. bukan tidak mungkin suatu saat semuanya bisa berubah. terimakasih untuk hari ini. sebuah cerita kita, katamu. dan kuharap seiring lalu lalang orang-orang yang silih berganti, cerita ini ikut menguap kemudian hilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-3416705561748888496?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/3416705561748888496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/01/come-here.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3416705561748888496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3416705561748888496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2009/01/come-here.html' title='come here'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-6614685630003889126</id><published>2008-12-30T21:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T22:27:29.174-08:00</updated><title type='text'>menuju matahari pertama</title><content type='html'>suasana sama, kemacetan sama dalam otakku.&lt;br /&gt;jalan-jalan dipenuhin muda-mudi yang berpikir ini tahun terakhir buat mereka,&lt;br /&gt;hidup hanya sekali, katanya.&lt;br /&gt;sementara dikolong jembatan para gelandangan terganggu tidurnya.&lt;br /&gt;gelandangan tanpa resolusi-resolusi utopis,&lt;br /&gt;gelandangan yang harapannya besok bisa makan dan tidak diganggu petugas ketertiban,&lt;br /&gt;sedangkan diatas tempat tinggal mereka nanti malam akan macet.&lt;br /&gt;gempita terompet berbalut kertas akan segera membahana.&lt;br /&gt;meniupkan nafas-nafas aroma soda, alkohol jika mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak jauh dari situ pompa bensin akan penuh sesak oleh mesin-mesin pembakar minyak,&lt;br /&gt;malam nanti seakan satu liter bensin adalah satu bungkus hura-hura limited edition,&lt;br /&gt;sementara diujung lain negeri ini berapa puluh orang antre untuk satu liter minyak tanah,&lt;br /&gt;minyak tanah untuk sekedar menanak nasi, minyak tanah seakan nyawa bagi mereka.&lt;br /&gt;sedangkan disini nanti malam minyak atau bensin atau apalah namanya dihamburkan demi menyongsong pergantian jam 11.59 ke jam 12.00&lt;br /&gt;bahkan sekedar merayakan kalender baru, yang tiap bulan pun mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disudut lain kota ini, nanti malam klub-klub bakal padat oleh muda-mudi anak jaman.&lt;br /&gt;berpesta pora dengan cocktail di tangan atau botol beer di genggam,&lt;br /&gt;diiringi dentum low bass yang sekenanya membius mereka melupakan ayah ibu mereka,&lt;br /&gt;bahkan mungkin tuhan..&lt;br /&gt;sementara tak jauh dari situ, masjid, gereja, vihara, pura, sepi.&lt;br /&gt;kotak amal kosong melompong, panti asuhan lengang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan akupun berada dikota yang sama nanti malam,&lt;br /&gt;duduk di kamar, menunggu jemputan mimpi,&lt;br /&gt;menuju matahari pertama tahun depan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-6614685630003889126?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/6614685630003889126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/menuju-matahari-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/6614685630003889126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/6614685630003889126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/menuju-matahari-pertama.html' title='menuju matahari pertama'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-6262289006279191794</id><published>2008-12-28T06:24:00.000-08:00</published><updated>2009-03-14T09:53:08.068-07:00</updated><title type='text'>cerita hujan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih saja aku terjebak di hujan yang sama hari ini, hujan yang seolah enggan reda.&lt;br /&gt;sementara dirimu begitu mudahnya datang dan pergi menghiasi rintik-rintik hujan, sakan-akan kau adalah dewi hujan.&lt;br /&gt;di pinggiran jalan aku berhenti sejenak, kuhentikan langkahku, kuperiksa setiap sudut gang adakah kau disana siap dengan payungmu, adakah dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan saat hujan mulai deras aku sadar, dirimu takkan pernah ada untuk saat ini,&lt;br /&gt;berat memang,,namun aku harus terus mengejar bis kota yang mengantarku sampai ke tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kudengar langkah-langkah kecil dibelakangku,&lt;br /&gt;aku menoleh dan terkejut.&lt;br /&gt;dirimu basah oleh deras air hujan, tanpa payung atau apapunlah.&lt;br /&gt;aku masih sedikit iba, aku berhenti dan berbalik kearahmu,&lt;br /&gt;dalam diam kutelusuri wajahmu,&lt;br /&gt;kamu dan beberapa ingatanku mulai terhubung dalam sebuah drama ditengah hujan deras hari ini,&lt;br /&gt;dan aku memelukmu erat dalam diam, derai airmatamu seakan terbiaskan air hujan,&lt;br /&gt;dan sekali lagi aku masih belum bisa lepas darimu,&lt;br /&gt;sepenuhnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dalam hujan aku berkata, maaf untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;tak ada jawaban,&lt;br /&gt;dan hujan makin deras menenggelamkan suasana sore mendung hari ini,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-6262289006279191794?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/6262289006279191794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/cerita-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/6262289006279191794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/6262289006279191794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/cerita-hujan.html' title='cerita hujan'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-7541134050219586446</id><published>2008-12-10T11:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T11:20:53.426-08:00</updated><title type='text'>desember, wajar kalau hujan</title><content type='html'>11.12.08&lt;br /&gt;2.03 am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desember.&lt;br /&gt;selamat datang akhir tahun. sampai lagi di penghujung tahun. masih dengan sedikit cerita yang sama dengan bulan lalu. tidak bisa ditepis lagi. sebuah akhir tahun yang bakalan sedikit lecet.&lt;br /&gt;tampak didepan sana setumpuk resolusi-resolusi sialan yang tak kunjung dipenuhi.&lt;br /&gt;sedikit terganggu, coba akhir tahun bulan maret atau juli. sebuah harapan sia-sia.&lt;br /&gt;segeralah musim semester ini berakhir.&lt;br /&gt;gagal.&lt;br /&gt;satu kata itu mungkin tepat. setelah satu semester gagal,sekarang gagal lagi.&lt;br /&gt;lanjutkan dan ikuti saja kata hati, pikirku. toh, tidak semua yang gagal harus suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desember.&lt;br /&gt;kembali sendirian aku akan melewati pergantian tahun. sedikit mengusik. hingga pada akhirnya harus kembali berpura-pura lagi, semua akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;dan tak bisa dipungkiri, hujan desember jahanam akan begitu saja mengguyur orang-orang yang bersandiwara dibalik tawa. begitu saja dia akan melunturkan warna-warni indah senyum palsu.&lt;br /&gt;akhir tahun. semoga hujanmu tak sederas tahun lalu. aku ingin mencoba jas hujan baru buatan tahun lama. toh, sebenarnya jas hujan ini masih bagus, pikirku. tidak ada salahnya dengan jas hujan lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desember.&lt;br /&gt;tanjakan nampak terjal. beribu-ribu kalender siap dilengserkan. entah akan ada berapa memori yang akan ditutup rapat-rapat. dan masih ada yang membuka memori dan enggan menyimpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desember.&lt;br /&gt;semoga berubah semuanya untuk menjadi lebih baik dan lebih bijak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-7541134050219586446?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/7541134050219586446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/desember-wajar-kalau-hujan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/7541134050219586446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/7541134050219586446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/desember-wajar-kalau-hujan.html' title='desember, wajar kalau hujan'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-989248342606960428</id><published>2008-12-10T10:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T10:55:39.806-08:00</updated><title type='text'>berhenti di kota ke tiga</title><content type='html'>kabut pelan-pelan merapat ke rimbunnya daun dan ranting pohon tepi jalan itu,&lt;br /&gt;udara yang basah masih pekat dan harum oleh wangi batang pinus,&lt;br /&gt;sisik buah pinus berkerisik terinjak ujung sepatuku.&lt;br /&gt;aku dan jalan setapak sejajar berimpitan, menuju kelokan di depan sana.&lt;br /&gt;tepat sehabis kelokan adalah kota ketiga.&lt;br /&gt;tak sabar aku ingin sejenak berdoa disana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-989248342606960428?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/989248342606960428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/berhenti-di-kota-ke-tiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/989248342606960428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/989248342606960428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/berhenti-di-kota-ke-tiga.html' title='berhenti di kota ke tiga'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-1241262698910527980</id><published>2008-12-08T09:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T09:31:23.160-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='samping cerita'/><title type='text'>just write it..</title><content type='html'>"there is a pleasure in the pathless woods;&lt;br /&gt;  there is a rapture on the lonely shore;&lt;br /&gt;  there is society, where none intrudes;&lt;br /&gt;  by the deep sea, and music in its roar:&lt;br /&gt;  I love not man the less, but Nature more..."&lt;br /&gt;                                                    - &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lord Byron&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.12.08&lt;br /&gt;12.18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua energi terisi kembali setelah sebungkus penuh nasi kutelan.&lt;br /&gt;hari ini dan entah sampai kapan seterusnya akan kujalani makan sehari sekali.&lt;br /&gt;nikmat, itulah yang kurasakan ketika makan dalam kondisi yang sangat kelaparan.&lt;br /&gt;aku membayangkan bagaiman orang yang tiga hari belum makan, tanpa rokok tentunya,&lt;br /&gt;dan mungkin tanpa tempat tinggal.&lt;br /&gt;sejenak kemudian kupikirkan masak-masak, betapa banyak nikmat yang belum kusyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi susah sebuah pilihan, mungkin susah dalam persepsi kita,&lt;br /&gt;namun bahagia dan damai bagi mereka.&lt;br /&gt;seperti beberapa waktu lalu kutemui bapak tua tukang patri.&lt;br /&gt;umurnya jelas sudah tua, dan aku yakin dia tahu pekerjaannya bisa dibilang sia-sia sekarang ini.&lt;br /&gt;namun disela-sela langkah kaki rentanya, aku melihat kebahagian tertinggal.&lt;br /&gt;terlihat senyumnya mengembang saat mengisap pelan rokok kreteknya.&lt;br /&gt;dan dia nampak begitu ikhlas menunggu hujan reda disaat aku mengeluh kepada hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin dibalik kesusahan, ada beratus-ratus kebahagian menunggu.&lt;br /&gt;entah itu saat kita berhasil melewatinya, atau ketika kita menjalani dengan tulus.&lt;br /&gt;aku ingat betul, di gerbong ekonomi jurusan bandung-kutoarjo.&lt;br /&gt;disitu aku duduk bersam ratusan orang-orang susah.&lt;br /&gt;mereka tetap tersenyum ketika listrik padam, kereta berhenti sebentar-bentar.&lt;br /&gt;bahkan ketika derik roda kereta keras menjerit ketika dipacu terlalu kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa diantara penumpang kereta, nampak tulus menunggu sampai stasiun tujuan.&lt;br /&gt;dan ketika pagi menjelang kelongokkan kepalaku keluar.&lt;br /&gt;dingin  dan butiran embun menerpa seketika, hamparan sawah menyambut.&lt;br /&gt;hal yang  tidak aku dapatkan dari balik kaca bus eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesusahan  bukan sebuah halangan untuk meraih kebahagiaan.&lt;br /&gt;karena menjadi susah adalah sebuah pilihan untuk meraih bentuk kebahagian lain..&lt;br /&gt;yang sulit digambarkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-1241262698910527980?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/1241262698910527980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/just-write-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/1241262698910527980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/1241262698910527980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/just-write-it.html' title='just write it..'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-3177139930142526964</id><published>2008-12-01T10:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T10:17:00.510-08:00</updated><title type='text'>arrgghhhh</title><content type='html'>kosan naik, dolar naik&lt;br /&gt;uang saku turun, gaya hidup turun&lt;br /&gt;iman turun, semangat turun&lt;br /&gt;aktivitas naik, pengeluaran naik&lt;br /&gt;kesehatan turun, prosentase kuliah turun.&lt;br /&gt;naik, turun&lt;br /&gt;arrgghhhhh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-3177139930142526964?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/3177139930142526964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/arrgghhhh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3177139930142526964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3177139930142526964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/12/arrgghhhh.html' title='arrgghhhh'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-379763915438629073</id><published>2008-11-26T05:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T05:52:48.486-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='samping cerita'/><title type='text'>sebuah cerita dalam ruang-ruang maya</title><content type='html'>25.11.08&lt;br /&gt;9.34 pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menemukan pigura itu tergantung begitu saja&lt;br /&gt;didinding kios berukuran 17" x 12".&lt;br /&gt;menyaru dalam los-los gelap tanpa penjual&lt;br /&gt;aku melihat lama lukisan dalam pigura itu&lt;br /&gt;kosong,&lt;br /&gt;namun berbicara banyak&lt;br /&gt;aku terhenyak pelan&lt;br /&gt;ketika pigura itu bergetar dan perlahan&lt;br /&gt;memunculkan gambar perempuan cantik.&lt;br /&gt;cantik tapi hambar, pikirku.&lt;br /&gt;hambar oleh batas.&lt;br /&gt;batas-batas semu dari penjual pigura.&lt;br /&gt;hahaha..&lt;br /&gt;aku tertawa sinis,&lt;br /&gt;sebentar-sebentar kulihat pigura itu dengan takjub.&lt;br /&gt;darimana penjual itu mendapatkannya.&lt;br /&gt;sebuah pigura berlukiskan perempuan cantik hambar.&lt;br /&gt;dan aku ingin segera pergi.&lt;br /&gt;lampu di los itu sudah dimatikan.&lt;br /&gt;los IV nomer 715,&lt;br /&gt;kutuliskan dalam-dalam di otakku.&lt;br /&gt;dan aku sudah di pintu gerbang pasar.&lt;br /&gt;masuk kedalam sebuah bilik kecil.&lt;br /&gt;seorang petugas tak berwajah mencatat namaku.&lt;br /&gt;dan aku menandatangani buku tamu pasar itu.&lt;br /&gt;sedikit pesan bagi sang empunya pasar.&lt;br /&gt;tetaplah buka ketika libur hari besar, pikirku.&lt;br /&gt;dan aku telah di bus kota, jurusan ufuk selatan pasar itu.&lt;br /&gt;aku membeli pigura itu berapapun harganya, bisik hatiku.&lt;br /&gt;dan pasar itu menghilang di pekatnya asap knalpot bus kota.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-379763915438629073?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/379763915438629073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/sebuah-cerita-dalam-ruang-ruang-maya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/379763915438629073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/379763915438629073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/sebuah-cerita-dalam-ruang-ruang-maya.html' title='sebuah cerita dalam ruang-ruang maya'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-4753328225940144109</id><published>2008-11-24T01:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T12:41:33.488-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dalamfiksi'/><title type='text'>sebuah cerita tentang dewi pergi pagi #2</title><content type='html'>aku terjaga di hamparan pasir luas, dibawah langit hitam dengan sedikit sekali bintang.&lt;br /&gt;haus. itulah yang melanda sepanjang kerongkonganku.&lt;br /&gt;dimanakah oasis itu berada, tanpa peta dan kompas?&lt;br /&gt;oh tuhan, berikanlah oasismu padaku, begitulah kira-kira doa didalam hatiku.&lt;br /&gt;atau setidaknya berikanlah fatamorgana sebagai sebuah harapan semu untukku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapak demi tapak kujejekkan kakiku di pasir dingin ini.&lt;br /&gt;desir suara pasir menyeruak mengalahkan semilir angin malam,&lt;br /&gt;dan aku terus melangkah, menuju gugus bintang dibatas cakrawala sana.&lt;br /&gt;setidaknya aku masih hidup pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haus sudah hilang dengan sendirinya. tampak didepan sana sesosok manusia terduduk diam.&lt;br /&gt;aku bergegas menuju ke arahnya. dalam hatiku, semoga dia membawa air.&lt;br /&gt;tidak kupedulikan pasir masuk ke dalam lipatan celanaku.&lt;br /&gt;aku terus mempercepat langkahku.&lt;br /&gt;dekat..dan semakin dekat saja nampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terengah-engah tak berdaya dihadapan sosok itu.&lt;br /&gt;dia perempuan, sebaya denganku.&lt;br /&gt;dia agak terkejut melihatku, disekanya cepat-cepat air matanya.&lt;br /&gt;"maaf.." ujarku.&lt;br /&gt;"em..iya..eee..gapaa.."jawab perempuan itu.&lt;br /&gt;sejenak aku tertegun, lelaki mana yang tega meninggalkan perempuan secantik dia.&lt;br /&gt;sementara dinginnya malam menerobos tulang-tulangnya,&lt;br /&gt;dan sepi serta merta memeras air matanya sampai kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa yang kamu lakukan ditempat seperti ini?"tanyaku pelan.&lt;br /&gt;"aku menunggu cintaku yang lepas pergi mencari arah.."jawab perempuan itu sedikit terisak.&lt;br /&gt;"lantas mengapa kau begitu setia?"sambungku.&lt;br /&gt;"aku ingin menjadi perempuan yang baik.."perempuan itu berkata sambil menengadah ke atas.&lt;br /&gt;rasa hausku seketika berubah menjadi iba.&lt;br /&gt;iba akan perempuan didepanku.&lt;br /&gt;tulang pipinya begitu bagus demikian juga dagunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejenak kutarik nafas dalam-dalam, aku duduk disampingnya.&lt;br /&gt;"barada diposisimu sekarang sungguh tidak bisa kubayangkan" aku membuka percakapa.&lt;br /&gt;dia tersenyum perih sebentar.&lt;br /&gt;tak lama kemudian, dia lalu bercerita semuanya.&lt;br /&gt;tentang kehidupannya, masalah dan alasan dia berada di tengah gurun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terdiam, pasir berderai lagi.&lt;br /&gt;kubenarkan posisi dudukku.&lt;br /&gt;"dengarkan wahai kau kaum hawa, lihatlah bintang diujung sana"sambil kuarahkan acak ke satu bintang paling terang di sebelah kiri kami duduk.&lt;br /&gt;"bintang itu setia bersinar memberikan arah bagi orang tersesat sepertiku."ujarku.&lt;br /&gt;"begitu juga dirimu, cintamu yang pergi biarkanlah, dia bukan satu-satunya.."&lt;br /&gt;"ada yang pergi ada pula yang datang, begitulah hidup berputar"aku mencoba menghibur.&lt;br /&gt;"tapi itu kukembalikan kepadamu"kataku.&lt;br /&gt;"hidup terlampau singkat dihabiskan untuk menunggu,&lt;br /&gt;lihatlah kedepan, dan mulai mencari bintang untukmu sendiri" ujarku sambil kembali berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak mau mengumbar kata-kata lagi.&lt;br /&gt;cukup.&lt;br /&gt;dan aku pamit pada gadis itu.&lt;br /&gt;kembali berjalan menyusuri padang pasir luas mencari oasis.&lt;br /&gt;ketika sudah berjalan beberapa langkah, kusempatkan kutoleh kebelakang.&lt;br /&gt;gadis itu sudah bangkit dan berjalan dengan pasti.&lt;br /&gt;ya..&lt;br /&gt;seorang dewi telah pergi pagi.&lt;br /&gt;mencari miliknya yang entah berada dimana.&lt;br /&gt;dan aku mati di tengah gurun itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-4753328225940144109?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/4753328225940144109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/sebuah-cerita-tentang-dewi-pergi-pagi-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/4753328225940144109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/4753328225940144109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/sebuah-cerita-tentang-dewi-pergi-pagi-2.html' title='sebuah cerita tentang dewi pergi pagi #2'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-3196765168440190877</id><published>2008-11-22T13:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-22T13:36:01.749-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='samping cerita'/><title type='text'>pagi buta &amp; teh panas</title><content type='html'>jam setengah empat waktu indonesia bagian barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;didepan layar komputer aku masih terjaga.&lt;br /&gt;entah berapa jam lagi aku akan tidur, aku masih belum tau, belum ingin mungkin.&lt;br /&gt;disampingku teh panas baru kubuat. teh celup dua kali pakai dan buang. hahaha.&lt;br /&gt;masih dengan kaos kemarin, celana kemarin dan rambut keramas dua hari yang lalu.&lt;br /&gt;terpampang jelas di layar crt-ku sebuah foto atau gambar ya...seorang perempuan.&lt;br /&gt;perempuan yang cantik sekali menurutku, atau ayu?&lt;br /&gt;cantik dan ayu menurutku berbeda. cantik lebih kepada kesempurnaan bentuk yang fana. muncul karena takdir/keturunan yang tepat. sedangkan ayu, kombinasi cantik 40%, lebihnya adalah kesempurnaan aura dan inner beauty yang pas tidak berlebihan. ditambah bahasa tubuh yang "khas".&lt;br /&gt;para pria pasti tau lah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teh itu masih mengepul asap panasnya.&lt;br /&gt;keseruput perlahan. nyaman di dalam.&lt;br /&gt;masih dengan foto yang sama dari malam ke pagi begitu seterusnya jika listrik tidak anjlok.&lt;br /&gt;namun di pagi buta ini tampak beda, lain dari biasanya.&lt;br /&gt;entah mengapa aku enggan untuk meneruskan rutinitas ini lagi.&lt;br /&gt;yah, aku bosan. titik.&lt;br /&gt;aku lelah.&lt;br /&gt;seperti teh celup yang sudah berulang kali dipakai, hilang rasanya, hilang warnanya.&lt;br /&gt;cukup pikirku, aku tak bisa lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi buta &amp;amp; teh panas itu menjadi saksi bisu, betapa sebuah rasa menjadi Tuhan yang palsu.&lt;br /&gt;menipu sebagian manusia yang lupa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan di pagi ini aku harus berhenti, entah sampai kapan.&lt;br /&gt;dan teh panasku mulai hangat.&lt;br /&gt;selamat datang hari baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-3196765168440190877?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/3196765168440190877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/pagi-buta-teh-panas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3196765168440190877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3196765168440190877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/pagi-buta-teh-panas.html' title='pagi buta &amp; teh panas'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-329642947426213978</id><published>2008-11-15T11:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T00:10:17.237-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='samping cerita'/><title type='text'>novemberkeringat</title><content type='html'>novemberkeringat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah bulan november memasuki hari ke-16, masih dengan hujan-hujannya. anehnya aku masih saja berkeringat. awal bulan ini aku tiba-tiba dihadpkan pada kebijakan bapak kosan baru yang sama sekali diluar logika. yah kebiasaan membayar kewajiban di pertengahan bulan harus dimajukan. dengan alasan untuk bayar ini, bayar itu, bayar apa lah...&lt;br /&gt;padahal kalu dilihat si bapak ini sudah lebih dari cukup, liat saja jumlah kontrakan yang dimilikinya. namun mau tidak mau aku membayar kewajibanku tidak di awal bulan tapi di tengah bulan. dengan bonus sedikit umpatan halus dari si bapak kosan.&lt;br /&gt;sudah cukup jengah sebenarnya, tinggal di kosan dengan kamar sedang, tidak pernah terkena matahari, yah cukuplah untuk sekedar tidur dan tinggal. tapi yang menjadi masalah sekarang adalah hawa ketidakramahan pemilik baru kosan yang begitu panas membuat gerah setiap senin sampai sabtu. gerah diawal bulan pikirku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minggu pertama bulan ini,&lt;br /&gt;assistensialan.&lt;br /&gt;lagi-lagi aku dan teman-temanku bersikeras menghadapi senin keparat itu dengan susah payah. setelah presentasi akhir bulan lalu yang menyisakan kekesalan yang serupa diantara kami, kita harus menghadapi senin yang sangat terik. terik dengan kewajiban yang aneh, kewajiban yang miskin perhitungan, yang mungkin sah-sah saja kami langgar. sekedar pemenuhan tuntutan moral mungkin. haha. dan senin itu dimulai jam sebelas. jauh dengan kata-kata dosen jam setengah sepuluh. yah, lagi-lagi lagu lama. status quo dosen. mahasiswa = menurut saja biar aman. hahaha. assistensi. bakalan terus menjadi batu loncatan yang bagus. bagus sebagai terapi awal minggu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minggu kedua bulan ini,&lt;br /&gt;hungrywallet.&lt;br /&gt;setelah bayar sana bayar sini jumlah uang didebetku semakin habis. jatah bulanan yang diukur dengan kebutuhan hidup di kota ini termasuk sedikit itu akhirnya menuju batas terakhir. padahal akhir bulan masih 13 hari lagi. kasihan perutku ini 2 mingu kedepan. belum lagi ada acara di bulan ini yang bakal menarik lebih dalam isi kantongku. hahaha..&lt;br /&gt;mitos mata air uang, berharap nyata..&lt;br /&gt;berkeringat lagi dompetku menuju akhir bulan ini..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-329642947426213978?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/329642947426213978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/novemberkeringat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/329642947426213978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/329642947426213978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/novemberkeringat.html' title='novemberkeringat'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-3327338515042571127</id><published>2008-11-03T09:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-22T13:14:46.193-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dalamfiksi'/><title type='text'>sebuah cerita tentang dewi pergi pagi...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nun jauh disana, ada seorang gadis ayu penunggang kuda. dia tinggal di sebuah gubuk di tepi sabana. dia tinggal sendirian, hanya dia, kuda dan seekor angsanya.&lt;br /&gt;suatu saat dia menemukan ikan di padang pasir. ikan itu bekedip padanya..&lt;br /&gt;gadis itu terkejut, kemudian ia cepat-cepat membawa ikan itu ke dalam gubuknya..dicarinya sebuah wadah dan dituangkannya air segar, ikan itu dilepaskan kedalamnya....&lt;br /&gt;" kau kuberi nama Lalang..."kata gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada suatu malam, gadis itu menangis sendirian. kemudian ia bergegas mengambil Lalang bersama wadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" lalang, apakah kau tahu, aku sedang merasakan pelik yang teramat sangat..&lt;br /&gt;aku kesepian..aku ga tau kenapa.....merasa tak berguna lagi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tak adakah mesin waktu, atau apalah namanya yang mengantar aku ke tempat yang aku inginkan?" kata si gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalang pun diam, ia hanya berlalu-lalang mengambil nafas dengan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kaupun tak bisa menyelesaikan masalahku..sama seperti kuda dan angsaku" gadis itu kembali berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditaruhnya kembali si Lalang dan wadahnya di meja sebelah kasurnya. gadis itu keluar dari gubuknya. ditatapnya langit luas, dihirupnya nafas dalam-dalam...&lt;br /&gt;disekanya air mata di pipi indahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;hari berganti, si gadis kembali ke kehidupannya seperti sediakala.&lt;br /&gt;yah, kadang bersuka ria sesekali jatuh bercucuran air mata. pada suatu waktu, si gadis ingin melakukan perjalanan yang jauh. dia memutuskan  untuk melihat lebih luas dunia tempat dia tinggal..&lt;br /&gt;untuk melakukan hal itu, ditanyainya satu persatu hewan peliharaannya yang telah menjadi teman hidupnya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia bertanya kepada kudanya..&lt;br /&gt;" kuda,,kuda...taukah selama ini aku begitu banyak menyusahkanmu? aku sering memarahimu sedangkan aku membutuhkanmu sebagai teman kemanapun aku pergi..&lt;br /&gt;aku ingin berterima kasih untuk semuanya.&lt;br /&gt;esok aku pergi untuk melihat luasnya dunia di sekelilingku..aku ingin engkau tetap di gubuk kita ini bersama si angsa, dan si lalang..jagalah mereka untukku ya..."sambil sesekali gadis itu mengelus rambut kudanya..&lt;br /&gt;sesaat gadis itu terdiam, dia menemukan hal yang ganjil, hal yang jarang sekali ia temui selama ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian pada angsanya dia berkata..&lt;br /&gt;"angsa,,angsa...taukah selama ini aku begitu banyak menyusahkanmu? aku sering memarahimu sedangkan aku membutuhkan telurmu..hehehe aku ingin berterima kasih untuk semuanya.&lt;br /&gt;esok aku pergi untuk melihat luasnya dunia di sekelilingku.. aku ingin kau tetap menurut pada si kuda...&lt;br /&gt;sesaat gadis itu terdiam, dia menemukan hal yang ganjil, hal yang jarang sekali ia temui selama ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kepada Lalang si ikan mas, ia sedikit menahan tangisnya..sebuah teman baru yang sebentar lagi akan dia tinggalkan..&lt;br /&gt;"Lalang, terimakasih untuk semuanya..terlambat kau muncul untukku saat ini..mungkin kita bisa mengenal lebih jauh lagi andaikata kau kutemukan lebih dulu...sekali lagi terima kasih untuk menjadi teman yang baik selama ini..."kata gadis itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama hilangnya kabut pagi, gadis itu berangkat..di gelapnya pagi, berlomba dengan datangnya mentari di ufuk timur...&lt;br /&gt;menggelar cerita baru..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-3327338515042571127?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/3327338515042571127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/sebuah-cerita-tentang-dewi-malam-nun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3327338515042571127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/3327338515042571127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/sebuah-cerita-tentang-dewi-malam-nun.html' title='sebuah cerita tentang dewi pergi pagi...'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-7419000396382672825</id><published>2008-11-02T10:05:00.000-08:00</published><updated>2008-11-02T10:34:38.547-08:00</updated><title type='text'>c.i.g.a.r</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SQ3wWdyQr7I/AAAAAAAAAC8/VjidqdOL4jg/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 255px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SQ3wWdyQr7I/AAAAAAAAAC8/VjidqdOL4jg/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264127808209203122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;habis sudah asap ini, tidak ada lagi kepulan-kepulannya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;yah..lagi dan lagi asap ini menyeruak lalu hilang begitu saja&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;sisipan rasa perih di mata sebentar lagi hilang, batinku&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;bara yang sejak tadi padam, menghitam&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;menjadi secuil arang dan debu, kotoran mungkin..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;kotoran yang tadinya sebuah bara&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;membakar racun,&lt;br /&gt;menemani malam dengan nyalanya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;seperti biasa waktu menghabisinya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;menjatuhkannya pada alas kayu penuh bekas terbakar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;memisahkannya dengan asap kebiruan yang tadi begitu dekat&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;menyisakan... ya menyisakan&lt;br /&gt;selalu ada sisa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tak ada yang sempurna, katanya...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;dari nyala menjadi mati&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;dari dekat menjadi jauh&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;dari padat menjadi rapuh&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;dari habis lalu...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;kunyalakan lagi sebatang..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-7419000396382672825?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/7419000396382672825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/cigar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/7419000396382672825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/7419000396382672825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/11/cigar.html' title='c.i.g.a.r'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SQ3wWdyQr7I/AAAAAAAAAC8/VjidqdOL4jg/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-6038579345447831149</id><published>2008-10-31T12:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T12:25:16.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='samping cerita'/><title type='text'>batas</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;batas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; letter-spacing: 0pt;"&gt;Aku berada di tempat yang belakangan ini sering aku kunjungi. Sebuah batas antara yakin dan ragu. Keduanya bercampur. Disitulah aku duduk membuka-buka kembali apa yang telah aku dapat sebelum aku sampai di tempat ini. Menghitung lagi jumlah waktu yang terbuang dibandingkan hasil yang untuk saat ini jauh dari yang pernah aku kira. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;Semakin terjal saja apa yang akan aku lewati didepan sana. Entah di terjalnya jalan itu ada berapa turunan yang menyulitkan aku untuk menjaga irama langkahku ataupun tanjakan yang memudahkan sekaligus menyesakkan ketika kakiku mulai lemas dan tak kuasa menopang badanku yang penuh muatan-muatan abstrak. Belum lagi kalau ada tikungan yang membuang jauh kearah luar, yang akan mengacaukan perhatianku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;Disinilah aku mulai merencanakan apa yang sebaiknya aku bawa. Tak cukup hanya sebuah niatan saja dan semua tercapai. Ada sedikit mantra-mantra mungkin untuk menjaga keadaan yang sekarang masih bisa diatasi. Atau mungkin sebungkus mimpi yang bisa dihabiskan saat malam datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;Aku ingin tidur sebentar dan menemukan diriku ada bersama dirimu yang memakai sayap putihmu di punggungmu. Melihatmu tersenyum mendengar aku mengarang cerita tentang bodohnya diriku. Dan kita terdiam untuk beberapa saat. Disaat itulah aku ingin mengetahuimu lebih jauh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; letter-spacing: 0pt;"&gt;Dan akupun tertidur di perbatasan itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; letter-spacing: 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-6038579345447831149?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/6038579345447831149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/10/batas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/6038579345447831149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/6038579345447831149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/10/batas.html' title='batas'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-7647348463118489573</id><published>2008-10-31T12:18:00.001-07:00</published><updated>2008-10-31T12:27:11.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='samping cerita'/><title type='text'>11.03.08 &amp; 15.04.08</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;11.03.08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;malam sudah larut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;aku masih duduk, memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan yang bisa aku ambil esok hari. Mungkin untuk saat ini masih ada kesempatan kembali seperti beberapa waktu yang lalu. Sulit memang untuk berada di saat ini. Aku masih belum tahu apakah salah untuk menunggu-nunggu hal yang aku sendiri masih ragu. Ya, mungkin aku-lah yang merasa tidak patut untuk berada di depanmu untuk saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Sambil lalu aku ingin sekali kembali menyadari aku masih belum terlambat dan terus mencoba supaya mengerti. Tidak ada salahnya mencoba. Dan mungkin tidak seperti saat ini hasilnya yang masih saja berputar-putar tidak jelas antara kembali menjadi pengagum atau jelas sebagai pelaku yang jujur memiliki maksud untuk menjadi bagian dari kehidupanmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Aku masih belum tahu apakah kamu tahu, mengerti lalu diam saja, menunggu dan pergi, atau bahkan sekedar lalu saja. Yang jelas semakin menuju kesini, batas antara kesabaran dan keputus-asaan tipis sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Aku masih menjaga agar keduanya terpisah. Tapi mungkinkah perasaan ini wajar, seperti apa yang pernah kau katakan bahwa tidak ada yang salah, murni semua terjadi begitu saja. Kita tidak bisa mengelak bahwa kita telah menjadi terlanjur mengagumi salah seorang dari kita entah disadari atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Mungkin benar aku harus mencoba dan itulah yang akan kulakukan, mencoba untuk yang pertama kalinya bahwa aku ingin menjadi bagian dari cerita hidupmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Seperti bau tanah yang hadir bersama air hujan yang turun sejak tadi siang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;15.04.08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Sudah sekian ratus hari aku menghitung peluang-peluang untuk kembali ke tempat terdekat denganmu. Seakan-akan dirimu semakin jauh hilang, tenggelam bersama lalu-lalang pedagang pasar simpang. Terlihat di depanku sebuah foto dirimu yang diam-diam kusimpan. Ya, aku masih mengagumimu, kagum atas mimpi-mimpimu, ceritamu, caramu menerima aku, memandangmu, dan caramu ketika terkejut melihatku menelusuri matamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Sementara akupun heran mengapa seorang sepertimu yang bagitu berharga sulit sekali untuk dimiliki. Ataukah aku terlalu pengecut untuk menunjukkan ketertarikanku padamu. Aku masih ingin melihat bajumu yang malam itu untuk terakhir kalinya aku melihatmu. Aku juga masih ingin kau mengisi kembali pikiranku yang kosong dengan mimpi yang tempo hari kita tuliskan bersama-sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Kemarin aku melihatmu begitu gembira, namun dimatamu aku melihat masih ada bayang-bayang diriku yang tak mungkin kau tepis. Aku tahu aku keliru, salah dalam beberapa hal. Tapi sampai kapan aku akan menemukan waktu yang tepat, menemukan waktu dimana kau kembali membuka percakapan dengan hening sejenak, mengharapkan aku membelai rambut lurus hitammu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Atau ketika kau membawakan senyumanmu ketika aku kehujanan? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-7647348463118489573?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/7647348463118489573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/10/110308-150408.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/7647348463118489573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/7647348463118489573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2008/10/110308-150408.html' title='11.03.08 &amp; 15.04.08'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2933621471007580426.post-1722264120822809037</id><published>2007-12-21T12:09:00.000-08:00</published><updated>2007-12-21T12:10:09.614-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sampingcerita'/><title type='text'>hujan november</title><content type='html'>1.11.07&lt;br /&gt;masih dengan hujan yang sama. Tetapi sedikit berbeda dari biasanya. Suara-suara ribut dari sebelah kamar membangunkan aku pagi ini. Yah, dan aku pun memulai aktifitas yang bisa dibilang monoton. &lt;br /&gt;Lebih tepat aku menjadi seseorang yang terus menunggu-nunggu sesuatu yang jelas-jelas harus dikejar. &lt;br /&gt;Dan dari kemarin-kemarin aku masih melakukan hal yang sama. Keadaan yang begini-begini saja dan lebih parah lagi mungkin besok dan seterusnya akan membentuk sebuah repetisi gerak yang nyaris sama. Diulang dan bosan.&lt;br /&gt;Dan sekarang aku sudah di bantaran kali yang meluap ke jalan. Menunggu angkot dan melihat rintik-rintik hujan yang semakin deras.&lt;br /&gt;Ingat mungkin.,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2933621471007580426-1722264120822809037?l=papantulisdankertas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/feeds/1722264120822809037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2007/12/hujan-november.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/1722264120822809037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2933621471007580426/posts/default/1722264120822809037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papantulisdankertas.blogspot.com/2007/12/hujan-november.html' title='hujan november'/><author><name>ndra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17278075233099999324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YQvGH0-yeZ0/SUAHjlXfYGI/AAAAAAAAADs/l4cq9_916DM/S220/welldone2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
